TMMD ke-123 Buka Jalan Baru bagi Kepulauan Umbele, Anwar Hafid Dorong Percepatan Pembangunan

Daerah80 Dilihat

PENATEGAS — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak pembangunan dari desa. Di Kepulauan Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, program tersebut tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membuka akses menuju pengembangan kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan kecamatan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menghadiri Upacara Penutupan TMMD ke-123 di wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira, Kodim 1311/Morowali, Jumat (14/08/2026).

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, pelaksanaan TMMD menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas kehidupan warga di wilayah terpencil, termasuk kawasan kepulauan.

Anwar Hafid mengapresiasi kontribusi jajaran TNI, khususnya Kodam XXIII/Palaka Wira, yang dinilai telah memberi dampak langsung bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Menurut dia, pembangunan akses jalan di Umbele memiliki arti strategis. Infrastruktur itu bukan sekadar membuka mobilitas warga, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan kawasan apabila nantinya Umbele ditetapkan sebagai ibu kota kecamatan.

“Ini cita-cita saya sejak dulu ketika menjadi bupati. Masyarakat sudah meminta agar Umbele menjadi ibu kota kecamatan. Karena itu, tinggal menunggu kemampuan dan kesiapan kita,” kata Anwar.

Ia mengatakan, apabila persyaratan dan kesiapan wilayah telah terpenuhi, pemerintah daerah bersama DPRD akan mendorong usulan tersebut ke pemerintah pusat.
“Kalau sudah memungkinkan, saya bersama Ketua DPRD akan membawa usulan ini ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Gubernur menilai pembangunan jalan melalui TMMD menjadi fondasi penting bagi pengembangan Umbele. Dengan akses yang semakin terbuka, aktivitas masyarakat diharapkan lebih mudah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan pemerintahan di kawasan kepulauan.

“Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh jajarannya. Saya melihat TMMD telah membantu membuka jalan dan mempersiapkan wilayah ini agar semakin berkembang,” katanya.

http://Baca Juga: https://penategas.id/2026/08/14/hut-ke-74-donggala-rayakan-kesederhanaan-perkuat-jati-diri-dan-kemandirian-daerah/

TMMD ke-123 berlangsung sekitar satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Sejumlah program fisik dan nonfisik dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Di sektor infrastruktur, TNI bersama pemerintah daerah membangun jaringan air bersih melalui pemasangan dan penyambungan pipa sepanjang sekitar 7-kilometer antarpulau. Selain itu, dibuka jalan desa sepanjang 4-kilometer dengan konstruksi rabat beton.

Program lainnya mencakup pembangunan tiga unit MCK, tiga ruang terbuka hijau, rehabilitasi lima rumah nelayan, rehabilitasi sekolah, hingga penanaman mangrove.

Intervensi TMMD juga menyasar aspek sosial. Masyarakat mendapatkan penyuluhan mengenai pencegahan stunting serta edukasi mitigasi bencana sebagai bagian dari penguatan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai risiko.

Hasil pekerjaan TMMD kemudian diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Morowali melalui penandatanganan berita acara yang disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan plakat kepada Kepala Desa Umbele sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat selama pelaksanaan TMMD.

Kegiatan ditutup dengan peresmian Monumen TMMD Kodam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026. Monumen tersebut menjadi penanda pengabdian TNI sekaligus simbol kolaborasi dalam membangun wilayah dari desa.

Anwar Hafid menegaskan, pembangunan Sulawesi Tengah harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di desa-desa dan wilayah kepulauan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah secara langsung di kawasan kepulauan penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tidak luput dari agenda pembangunan daerah.

“Ini adalah wujud kecintaan seorang kepala daerah untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap Kodam XXIII/Palaka Wira yang meski baru berusia satu tahun, telah menunjukkan kontribusi dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.

“Walaupun usia Kodam Palaka Wira masih sangat muda, baru satu tahun, tetapi kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tengah sudah luar biasa,” ungkapnya.

Upacara penutupan turut dihadiri Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar selaku Inspektur Upacara, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Morowali Ikhsan Baharudin Abdul Rauf, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Morowali, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Morowali, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.

TMMD ke-123 di Umbele pada akhirnya bukan hanya meninggalkan jalan, jaringan air bersih, fasilitas publik, dan berbagai program sosial. Lebih dari itu, program tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan dapat bergerak ketika TNI, pemerintah, dan masyarakat menyatukan Langkah mendorong desa dan kawasan kepulauan menjadi bagian penting dari masa depan Sulawesi Tengah.

News Feed